Senin, 24 Oktober 2011

Pusing gara-gara memikirkan jumlah tagihan listrik

Anika bingung bukan kepalang. Warga Desa Tutut, Kecamatan Riausilip, Kabupaten Bangka, itu pusing gara-gara memikirkan jumlah tagihan listrik yang membengkak pada Oktober 2011 hingga sebesar Rp 2.565.000.

Pantas kalau Anika bingung karena daya listrik yang terpasang di rumahnya hanya sebesar 450 watt. Tak pernah ia menerima tagihan hingga 30 kali lipat melebihi tagihan biasanya itu. Selama ini rata-rata tagihan listrik di rumah Anika hanya Rp 70.000-Rp 80.000 per bulan. Anehnya, sebelum ini ia juga sempat heran karena selama empat bulan hanya membayar sebesar lebih dari Rp 5.000.

"Saya pernah menanyakan ke PLN mengapa terjadi seperti ini, tapi kata orang PLN, 'Tidak apa-apa'. Saya juga sudah bilang ke pencatat meter listrik, catat yang benar karena saya tidak mau bengkak bayarnya, tahu-tahu terjadi seperti ini. Stres aku mikir listrik ini," keluh Anika yang didampingi Endang, keponakannya, Senin (24/10/2011) di kantor PT PLN Ranting Sungailiat.

Endang mengeluh karena merasa dipingpong ke sana kemari untuk mencari informasi mengenai tagihan itu. "Saya ini sudah dioper ke sana kemari, Pak. Dari bawah suruh ke sini, dari sini suruh ke bawah, bagaimana ini?" kata Endang kepada staf PT MIU yang menjadi mitra kerja PT PLN Ranting Sungailiat.

Selain Anika, beberapa warga juga mengalami sakit saat mengetahui tagihan listrik membubung tinggi. Beberapa warga juga mendatangi kantor PT PLN Ranting Sungailiat untuk memprotes kenaikan jumlah tagihan rekening listrik ini.

"Tetangga saya juga sampai sakit jantung begitu tahu tagihan listriknya sampai Rp 3 juta," kata Westy, warga Sungailiat.

Staf PT MIU yang ditemui warga mengatakan, kesalahan pencatatan rekening listrik pelanggan itu terjadi sebelum PT MIU ditunjuk sebagai mitra PLN Ranting Sungailiat. Ia mengatakan, kesalahan itu terjadi ketika PT PAS masih menangani pembayaran tagihan listrik dari warga. "Kami baru dua bulan melakukan pencatatan rekening listrik," katanya.

0 komentar: