Jumat, 15 Juli 2011

korban ledakan mortir

Paino (38), korban ledakan mortir asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, sudah siuman pascaoperasi di Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik Medan, Jumat (15/7/2011).

"Korban sudah siuman pascaoperasi, tetapi belum bisa bicara. Dia hanya mampu menganggukkan kepala ketika ditanya dan hanya dapat menggerakkan tangannya," kata Sairi, Kasubag Humas RSUP H Adam Malik, di Medan, Jumat.

Ia mengatakan, sebelum dibawa ke rumah sakit milik Kementerian Kesehatan tersebut, korban dalam keadaan kritis dengan luka bakar di sekitar wajah dan perut. Saat ini korban juga masih mendapat perawatan secara intensif di ruang ICU.

"Perawatan secara intensif terus diberikan kepadanya. Mudah-mudahan kondisi korban dapat semakin membaik pascaoperasi oleh tim dokter," katanya.

Ketika ditanya kapan korban akan dipindahkan dari ruang ICU, ia mengaku belum dapat memastikan, sambil menunggu meningkatnya kondisi kesehatan korban dan arahan dari dokter.

"Kita belum dapat memastikan kapan bisa dibawa ke ruangan lain. Kita lihat kondisi umumnya dulu, baru kemudian bisa kita pindahkan ke ruangan," katanya.

Paino merupakan salah satu dari lima orang yang mengalami luka bakar akibat meledaknya mortir bekas di gudang yang menampung barang-barang bekas miliknya di Dusun I Desa Serbangan, Kecamatan Air Joman, Asahan, Rabu (13/7/2011). Demikian catatan online blog Dunia Hitamku yang berujul korban ledakan mortir.

0 komentar: