Senin, 28 Oktober 2013

Suasana di kantor Gubernur dan Wakil Gubernur DKI

Suasana di kantor Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Joko Widodo dan Basuki T Purnama, Senin (28/10/2013) malam, mendadak meriah.

Seusai memimpin kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Pemprov DKI Jakarta, Sutan Bhatoegana mendendangkan lagu sembari nyawer ke Abang-None Jakarta di ruangan itu. Aksi nyawer tersebut terjadi seusai Sutan serta 14 rekannya di Komisi VII melaksanakan rapat dengan Jokowi, pejabat tinggi institusi, serta Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemprov DKI di Ballroom Balaikota.

Semua peserta rapat pun diarahkan ke Balai Agung, ruangan yang bersebelahan dengan Ballroom untuk melakukan acara santap malam. Di akhir santap malam, politisi Partai Demokrat itu menghampiri kelompok organ tunggal yang mengiringi mereka selama santap malam.

Rupanya, Sutan tak tahan ingin menyanyi. Ia pun lantas minta pemain organ tunggal mengiringinya menyanyikan sebuah lagu lawas. Tak berhenti sampai di situ, dia pun merogoh dompet dan mengeluarkan segepok uang Rp 50.000.

"Ayo Mbak dan Mas, kita joget dulu. Nanti saya sawer," ujar Sutan tanpa malu-malu.

Yang diajak Sutan berjoget tak lain dua pasang Abang-None DKI, dua orang PNS Pemprov DKI, sekaligus salah satu anggota organ tunggal. Sang Gubernur Joko Widodo diketahui telah meninggalkan ruangan tersebut.

Seketika, suasana ruangan tersebut pun menjadi meriah. Abang-None dan beberapa PNS itu tampak menyambut ajakan Sutan dengan menggoyangkan kedua tangan hingga pinggulnya mereka. Saat itulah, Sutan menyelipkan selembar uang Rp 50.000 ke tangan mereka satu per satu. Ada yang tampak malu mengambilnya, tetapi ada juga yang dengan senang hati menerimanya. Bahkan, ada yang terang-terangan meminta saweran.

"Pak, saya belum disawer Pak," ujar salah satu PNS yang menyeruak ke dalam kerumunan orang yang berjoget. Sang pria yang akhirnya diberikan saweran itu menjadi tertawaan orang-orang.

Seusai menuntaskan aksinya, Sutan pun beranjak pergi dari ruangan dan menumpang bus DPR untuk kembali ke Senayan bersama rekan-rekannya.

Seperti diketahui, kedatangan Komisi VII DPR ke kantor Jokowi ialah untuk melaksanakan kunjungan kerja. Permasalahan Jakarta yang rumit sekaligus banyak program yang dilancarkan pemerintahan yang baru memasuki usia setahun ini merupakan dasar mengapa Komisi VII melakukan kunjungan. 

Baca juga: Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

0 komentar: